Senin, 07 Februari 2011

Skripsi Sosial 15

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Generasi Muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi perkembangan nasional. Oleh karena itu perlu ditingkatkan upaya pembinaan dan pengembangan generasi muda secara terus mnerus dalam rangka pendidikan nasional, yang menyeluruh dan terpadu serta dimulai sedini mungkin dan mencakup tahap-tahap pertumbuhan sebagai anak-anak, remaja dan pemuda.
Selanjutnya, pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk membentuk pemuda Indonesia yang tangguh dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh, diupayakan pula untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan.
Adapun maksud dan tujuan pembinaan dan pengembangan generasi muda seperti yang diisyaratkan didalam Garis-Garis Besar Haluan Negara adalah :
“Mewujudkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional yang pancasilais, dan dilaksanakan melalui usaha meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan dan menumbuhkan semangat patriotisme dan harga diri, memperkokoh kepribadian, mempertinggi budi pekerti, memupuk kesadaran jasmani, mengembangkan kepemimpinan, menuntut ilmu serta mendorong partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”.
Bertolak dari pengertian dan tujuan pembinaan dan pengembangan generasi muda di atas, maka pemuda atau remaja perlu diarahkan dan dibina dengan baik agar di masa-masa yang akan datang menjadi tumpuan dan harapan bagi kemajuan bangsa dan negara.
Berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang timbul di tengah-tengah masyarakat dan seringkali mengganggu ketentraman hidup manusia, maka hal ini merupakan salah satu tantangan bagi bangsa dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa seiring dengan lajunya program pembangunan dewasa ini sebagai produk kemajuan tehnologi, industrialisasi dan urbanisasi muncul banyak masalah-masalah sosial, sehingga untuk mengadakan adaptasi terhadap lingkungan yang serba kompleks. Dengan adanya kesulitan adaptasi inilah seseorang atau sekelompok orang mengalami kebimbangan, kecemasan dalam berbagai macam konflik yang timbul, sebagai dampaknya harus menyimpang dari aturan di masyarakat dan segala tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum.
Kenakalan remaja ini tidak hanya terjadi di kota saja, tetapi hampir merata di setiap daerah bahkan pada masyarakat pedesaanpun masalah kenakalan remaja ini menjadi bahan pembicaraan yang hangat bagi setiap orang yang bertanggung jawab bagi kelangsungan hidup para remaja di kemudian hari.
Mengingat remaja merupakan tulang punggung bagi kemajuan bangsa dan negara, maka perlu dicarikan jalan untuk mengatasi kenakalan remaja. Kenakalan remaja seringkali mengganggu ketentraman hidup manusia.
Sejalan dengan uraian di atas, bahwa di Rumah Tahanan Negara Raba Bima dari sejumlah narapidana terdapat diantaranya para remaja yang melakukan perbuatan-perbuatan melanggar hukum pidana, sehingga kepada mereka diperlukan usaha pembinaan dan bimbingan.
Kenakalan remaja sebagai salah satu problema sosial yang dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, seringkali mengganggu keharmonisan, keutuhan dan ketentraman hidup manusia. Karena dalam kenyataan kenakalan remaja itu kadang-kadang memiliki kecenderungan merusak nilai-nilai dasar kehidupan manusia, seperti nilai moral, nilai-nilai sosila, nilai-nilai luhur agama dan beberapa aspek pokok yang terkandung didalamnya. Di samping itu masyarakat atau perseorangan seringkali menerima kerufian materil sebagai akibat tindakan penyimpangan. Walaupun begitu kenakalan remaja tersebut pada hakekatnya bukanlah problema sosial yang tumbuh dan berkembang dengan sendiinya di tengah-tengah masyarakat tanpa adanya sebab yang berkaitan atau bahkan mendukung timbulnya kenakalan remaja itu.
Sebab-sebab dari kenakalan remaja ini diakibatkan oleh :
1. Frustrasi yang bertumpuk-tumpuk biasanya beruwujud tingkah laku nekad.
2. Dorongan untuk memenuhi suatu kebutuhan yang benar-benar diinginkannya.
3. Aspek emosional berupa ketidakmampuan remaja menyesuaikan diri.
Bertolak pada uraian tersebut, maka penulis ingin mengangkat permasalahan ini yang dapat dituangkan dalam suatu judul, sebagai berikut :
“Upaya Penanggulangan Remaja Terpidana (Studi tentang Remaja Terpidana ) pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah dalam penulisan ini sebagai berikut :
1. Bagaimana cara-cara pembinaan remaja terpidana pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima;
2. Bagaimana hasil yang dicapai terhadap cara pembinaan remaja terpidana pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima.
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Pada penulisan ini, tujuan penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui cara-cara pembinaan remaja terpidana pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima;
b. Untuk mengetahui hasil yang dicapai terhadap cara pembinaan remaja terpidana pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima.
2. Kegunaan Penelitian
a. Dapat digunakan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan dan menetapkan suatu kebijaksanaan oleh instansi atau jawatan yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
b. Dapat digunakan sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lainnya apabila ingin mengadakan penelitian yang sama dengan permasalahan yang diteliti.
c. Dapat digunakan untuk keperluan dan pengembangan pengetahuan bagi yang membutuhkan, maka hasil penelitian ini nantinya dapat dijadikan informasi dan penelitian lanjutan, sehingga dapat mendukung kebenaran secara ilmiah.
D. Sistematika Pembahasan
Berangkat dari uraian rumusan masalah tersebut, maka penulis dapat menguraikan gambaran penulisan yang akan di kemukakan pada sistimatika pembahasan sebagai berikut :
Bab pertama : Adalah bab pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistimatika pembahasan.
Bab Kedua : Adalah bab tinjauan pustaka yang meliputi pengertian upaya, pembinaan, remaja, keluarga, kenakalan remaja, remaja terpidana, kenakalan remaja merupakan problema sosial, faktor yang menyebabkan kenakalan remaja serta kerangka pemikiran.
Bab Ketiga : Merupakan metode penelitian yang mengurai-kan tentang jenis penelitian, lokasi penelitian, populasi, sampel dan responden, metode pengumpulan data, identifikasi dan definisi operasional variabel serta metode analisis data.
Bab Keempat : Adalah bab deskripsi lokasi penelitian dan analisis hasil penelitian yang menguraikan tentang cara-cara pembinaan remaja terpidana dan hasil yang dicapai terhadap cara pembinaan remaja terpidana pada Rumah Tahanan Negara Raba Bima.
Bab Kelima : Adalah bab penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran dari penulis, sehingga dari kesimpulan dan saran tersebut dapat menjadi bahan rujukan dalam rangka memaksimalkan upaya penanggulangan remaja terpidana pada RUTAN Raba Bima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar